SINYAL TRADING FOREX AKURAT TERBUKTI | LIHAT TESTINYA DULU!!! SINYAL TRADING FOREX AKURAT TERBUKTI | LIHAT TESTINYA DULU!!!

Coba DEMO Akun, Daftar SEKARANG!!!Click Here!





Latest Products



SEPUTAR FOREX HARIAN

Order Detail
 SEPUTAR FOREX HARIAN

SEPUTAR FOREX HARIAN
Beberapa waktu yang lalu, ada seorang trader yang berkata dengan pedas seperti ini pada saya: “Psikologi trading itu b*llsh*t! Sedikit-sedikit nyalahin psikologi. Giliran loss yang disalahin psikologi, giliran profit, strategi lu puji-puji setinggi langit. Berarti kalau lu loss melulu, artinya lu gila. Kalau gitu, pergi aja lu ke psikiater, siapa tau lu jadi waras dan bisa profit terus. Gitu kan? Kalau lu mau profit, lu cari strategi forex yang jagoan. Lu pelajari sampai jago, baru lu masuk forex trading. Bukan ke dokter jiwa!”

Terus terang saya agak sulit mengikuti logika berpikir orang tersebut. Saya sendiri tidak tahu apakah ia merupakan seorang trader sukses, atau justru trader gagal yang berada dalam fase denial dan menolak untuk mengoreksi kesalahan dirinya, namun lebih suka menyalahkan strategi forex trading yang dipergunakannya.

Tetapi itu tidak penting. Yang saya tangkap adalah bahwa intinya ia menganggap bahwa psikologi trading terlalu dibesar-besarkan. Benarkah pendapat tersebut?

SEPUTAR FOREX HARIAN
Mengambil keputusan di saat genting
Meskipun sekelompok orang memang menganggap bahwa psikologi trading terlalu dibesar-besarkan, namun dalam pandangan sederhana saya tidaklah demikian. Saya sendiri meyakini bahwa seorang trader harus bisa berpikir jernih dalam segala situasi sesulit dan segenting apa pun. Ia harus bisa mengambil keputusan tanpa ragu dalam kondisi berada di bawah tekanan ketika harga bergejolak dan membuat posisinya mengalami floating loss. Ia harus bisa menahan diri untuk tidak membuka terlalu banyak posisi hanya untuk mempercepat perolehan profit, apalagi untuk mempercepat mengurangi loss dengan cara – misalnya – martingale. Ia harus bisa menahan diri untuk tidak terlalu cepat menutup posisi yang untung, juga bisa dengan jantan menutup transaksi yang merugi manakala sistem tradingnya memang sudah mensyaratkan demikian.

JIka seorang trader tidak mampu menangani stress yang muncul saat trading, bagaimanapun canggihnya strategi forex trading yang ia miliki tak akan banyak membantu karena ia tak akan bisa mengeksekusi strategi tersebut dengan tepat. Penyebabnya antara lain adalah karena takut atau serakah, atau bahkan keduanya sekaligus.

SEPUTAR FOREX HARIAN

 SEPUTAR FOREX HARIAN

Tak semua Turtle Traders menjadi juara
Masih ingat kisah sukses Turtle Traders yang diasuh oleh Richard Dennis dan Bill Eckhardt? Mereka adalah sekelompok trader yang memulai belajar forex trading dari NOL. Semua anggota kelompok diajarkan metode dan teknik trading berikut prinsip-prinsip manajemen resiko yang sama. Perlu Anda ketahui bahwa tidak semua anggota Turtle Traders meraih prestasi yang sama persis. Ada beberapa orang di antara mereka yang sangat menonjol, ada juga yang kurang berhasil. Kita sebut saja mereka sebagai para “Kura-Kura Biasa” dan “Kura-Kura Juara”.

Para “Kura-Kura Biasa” tak mampu bertahan di bawah tekanan mental ketika pasar mengguncang modal mereka. Mereka cenderung menutup posisi mereka terlalu cepat, atau bahkan membiarkan posisi mereka merugi terlalu lama. Mereka tidak mampu mengoptimalkan sistem trading yang telah diberikan kepada mereka.

Sementara itu, para “Kura-Kura Juara” justru melakukan sebaliknya. Mereka bisa menjalankan prinsip yang sangat terkenal dalam trading: “Cut your losses short, let your profits run.” Kunci untuk menjalankan prinsip ini adalah kemampuan untuk tidak menjadi panik manakala volatilitas pasar bertambah besar, namun justru mampu mempertahankan keyakinan atas argumen yang mendasari pengambilan keputusan atas suatu transaksi. Itu termasuk juga dalam melakukan cut-loss.

Apa perbedaan antara para “Kura-Kura Juara” itu “Kura-Kura Biasa”? Jawabannya adalah psikologi mereka.

SEPUTAR FOREX HARIAN
Pengemudi biasa vs pembalap
Saya selalu suka mempergunakan analogi ini.

Seorang pengemudi biasa – seperti saya – tidak akan bisa mengendarai mobil Formula-1 dengan optimal. Jika saya diberi kesempatan mengemudikan mobil canggih itu dan Lewis Hamilton (juara dunia Formula-1) mengemudikan sedan biasa yang hanya memiliki mesin bersilinder 2000cc, lalu kami diminta untuk berlomba, sepertinya Lewis Hamilton yang akan menang. Mengapa? Karena saya tidak punya mental pembalap seperti Lewis Hamilton. Kecepatan maksimum yang pernah saya alami selama mengemudi, mentok di 110 km/jam. Saya tidak berani melaju lebih cepat lagi.

Sebuah program televisi BBC Knowledge bernama “Top Gear” pernah menayangkan liputan ketika salah seorang host acara itu, Richard Hammond, mencoba untuk mengendarai Formula-1. Hasilnya? Ia lebih banyak berteriak – meskipun bercampur antara ketakutan dan histeria kegembiraan – ketika ia memacu mobil itu dalam kecepatan yang tinggi.

Padahal, Hammond adalah pengemudi yang berpengalaman. Ia sangat mengenal mobil dan seluk beluknya. Ia pernah beberapa kali memacu super car dalam kecepatan tinggi. Namun Formula-1 adalah hal yang sama sekali berbeda.

Seorang pembalap Formula-1 biasa memacu mobilnya dalam kondisi full throttle selama berjam-jam. Setiap tikungan dilibas tanpa banyak menginjak pedal rem. Berbeda dengan Hammond, yang lebih banyak menginjak pedal rem daripada pedal gas.

Yang membedakan Hammond dengan pembalap Formula-1 sungguhan – selain pengalaman – adalah mental.

SEPUTAR FOREX HARIAN
Strategi juga penting, tapi….
Kita tidak sedang menafikan pentingnya peranan strategi forex trading yang bagus. Mungkin saja Anda adalah seorang trader yang super disiplin dan “dingin”, dalam arti sama sekali tak melibatkan emosi dalam trading, namun itu pun tak berarti tanpa strategi yang profitable.

Psikologi trading tidak lantas serta-merta bisa mengubah strategi yang buruk menjadi cemerlang, namun bisa membantu Anda untuk melengkapi kemampuan Anda untuk membangun sistem trading yang baik.

Di sisi lain, penguasaan psikologi dalam trading akan bisa membuat Anda berpegang teguh pada trading plan atau sistem trading yang sudah Anda uji keampuhannya. Sederhana saja: tanpa kedisiplinan, mustahil kan Anda bisa stick to the plan? Nah, kedisiplinan ini salah satu bagian psikologi trading.

Kunci dari kebehasilan seorang trader – kembali lagi – adalah 3M: Mind, Method, Money. Ketiganya harus seimbang dan proporsional. Tiga serangkai itu tak boleh dipisah-pisahkan. Ketiadaan salah satu elemen dari 3M akan menutup kemungkinan kesuksesan Anda dalam trading.

Jadi, masih mau mengabaikan pentingnya psikologi dalam trading?

 SEPUTAR FOREX HARIAN

SEPUTAR FOREX HARIAN

SEPUTAR FOREX HARIAN

INVESTASI EMAS HIJAU

Order Detail
 INVESTASI EMAS HIJAU

INVESTASI EMAS HIJAU
Beberapa waktu yang lalu, ada seorang trader yang berkata dengan pedas seperti ini pada saya: “Psikologi trading itu b*llsh*t! Sedikit-sedikit nyalahin psikologi. Giliran loss yang disalahin psikologi, giliran profit, strategi lu puji-puji setinggi langit. Berarti kalau lu loss melulu, artinya lu gila. Kalau gitu, pergi aja lu ke psikiater, siapa tau lu jadi waras dan bisa profit terus. Gitu kan? Kalau lu mau profit, lu cari strategi forex yang jagoan. Lu pelajari sampai jago, baru lu masuk forex trading. Bukan ke dokter jiwa!”

Terus terang saya agak sulit mengikuti logika berpikir orang tersebut. Saya sendiri tidak tahu apakah ia merupakan seorang trader sukses, atau justru trader gagal yang berada dalam fase denial dan menolak untuk mengoreksi kesalahan dirinya, namun lebih suka menyalahkan strategi forex trading yang dipergunakannya.

Tetapi itu tidak penting. Yang saya tangkap adalah bahwa intinya ia menganggap bahwa psikologi trading terlalu dibesar-besarkan. Benarkah pendapat tersebut?

INVESTASI EMAS HIJAU
Mengambil keputusan di saat genting
Meskipun sekelompok orang memang menganggap bahwa psikologi trading terlalu dibesar-besarkan, namun dalam pandangan sederhana saya tidaklah demikian. Saya sendiri meyakini bahwa seorang trader harus bisa berpikir jernih dalam segala situasi sesulit dan segenting apa pun. Ia harus bisa mengambil keputusan tanpa ragu dalam kondisi berada di bawah tekanan ketika harga bergejolak dan membuat posisinya mengalami floating loss. Ia harus bisa menahan diri untuk tidak membuka terlalu banyak posisi hanya untuk mempercepat perolehan profit, apalagi untuk mempercepat mengurangi loss dengan cara – misalnya – martingale. Ia harus bisa menahan diri untuk tidak terlalu cepat menutup posisi yang untung, juga bisa dengan jantan menutup transaksi yang merugi manakala sistem tradingnya memang sudah mensyaratkan demikian.

JIka seorang trader tidak mampu menangani stress yang muncul saat trading, bagaimanapun canggihnya strategi forex trading yang ia miliki tak akan banyak membantu karena ia tak akan bisa mengeksekusi strategi tersebut dengan tepat. Penyebabnya antara lain adalah karena takut atau serakah, atau bahkan keduanya sekaligus.

INVESTASI EMAS HIJAU

 INVESTASI EMAS HIJAU

Tak semua Turtle Traders menjadi juara
Masih ingat kisah sukses Turtle Traders yang diasuh oleh Richard Dennis dan Bill Eckhardt? Mereka adalah sekelompok trader yang memulai belajar forex trading dari NOL. Semua anggota kelompok diajarkan metode dan teknik trading berikut prinsip-prinsip manajemen resiko yang sama. Perlu Anda ketahui bahwa tidak semua anggota Turtle Traders meraih prestasi yang sama persis. Ada beberapa orang di antara mereka yang sangat menonjol, ada juga yang kurang berhasil. Kita sebut saja mereka sebagai para “Kura-Kura Biasa” dan “Kura-Kura Juara”.

Para “Kura-Kura Biasa” tak mampu bertahan di bawah tekanan mental ketika pasar mengguncang modal mereka. Mereka cenderung menutup posisi mereka terlalu cepat, atau bahkan membiarkan posisi mereka merugi terlalu lama. Mereka tidak mampu mengoptimalkan sistem trading yang telah diberikan kepada mereka.

Sementara itu, para “Kura-Kura Juara” justru melakukan sebaliknya. Mereka bisa menjalankan prinsip yang sangat terkenal dalam trading: “Cut your losses short, let your profits run.” Kunci untuk menjalankan prinsip ini adalah kemampuan untuk tidak menjadi panik manakala volatilitas pasar bertambah besar, namun justru mampu mempertahankan keyakinan atas argumen yang mendasari pengambilan keputusan atas suatu transaksi. Itu termasuk juga dalam melakukan cut-loss.

Apa perbedaan antara para “Kura-Kura Juara” itu “Kura-Kura Biasa”? Jawabannya adalah psikologi mereka.

INVESTASI EMAS HIJAU
Pengemudi biasa vs pembalap
Saya selalu suka mempergunakan analogi ini.

Seorang pengemudi biasa – seperti saya – tidak akan bisa mengendarai mobil Formula-1 dengan optimal. Jika saya diberi kesempatan mengemudikan mobil canggih itu dan Lewis Hamilton (juara dunia Formula-1) mengemudikan sedan biasa yang hanya memiliki mesin bersilinder 2000cc, lalu kami diminta untuk berlomba, sepertinya Lewis Hamilton yang akan menang. Mengapa? Karena saya tidak punya mental pembalap seperti Lewis Hamilton. Kecepatan maksimum yang pernah saya alami selama mengemudi, mentok di 110 km/jam. Saya tidak berani melaju lebih cepat lagi.

Sebuah program televisi BBC Knowledge bernama “Top Gear” pernah menayangkan liputan ketika salah seorang host acara itu, Richard Hammond, mencoba untuk mengendarai Formula-1. Hasilnya? Ia lebih banyak berteriak – meskipun bercampur antara ketakutan dan histeria kegembiraan – ketika ia memacu mobil itu dalam kecepatan yang tinggi.

Padahal, Hammond adalah pengemudi yang berpengalaman. Ia sangat mengenal mobil dan seluk beluknya. Ia pernah beberapa kali memacu super car dalam kecepatan tinggi. Namun Formula-1 adalah hal yang sama sekali berbeda.

Seorang pembalap Formula-1 biasa memacu mobilnya dalam kondisi full throttle selama berjam-jam. Setiap tikungan dilibas tanpa banyak menginjak pedal rem. Berbeda dengan Hammond, yang lebih banyak menginjak pedal rem daripada pedal gas.

Yang membedakan Hammond dengan pembalap Formula-1 sungguhan – selain pengalaman – adalah mental.

INVESTASI EMAS HIJAU
Strategi juga penting, tapi….
Kita tidak sedang menafikan pentingnya peranan strategi forex trading yang bagus. Mungkin saja Anda adalah seorang trader yang super disiplin dan “dingin”, dalam arti sama sekali tak melibatkan emosi dalam trading, namun itu pun tak berarti tanpa strategi yang profitable.

Psikologi trading tidak lantas serta-merta bisa mengubah strategi yang buruk menjadi cemerlang, namun bisa membantu Anda untuk melengkapi kemampuan Anda untuk membangun sistem trading yang baik.

Di sisi lain, penguasaan psikologi dalam trading akan bisa membuat Anda berpegang teguh pada trading plan atau sistem trading yang sudah Anda uji keampuhannya. Sederhana saja: tanpa kedisiplinan, mustahil kan Anda bisa stick to the plan? Nah, kedisiplinan ini salah satu bagian psikologi trading.

Kunci dari kebehasilan seorang trader – kembali lagi – adalah 3M: Mind, Method, Money. Ketiganya harus seimbang dan proporsional. Tiga serangkai itu tak boleh dipisah-pisahkan. Ketiadaan salah satu elemen dari 3M akan menutup kemungkinan kesuksesan Anda dalam trading.

Jadi, masih mau mengabaikan pentingnya psikologi dalam trading?

 INVESTASI EMAS HIJAU

INVESTASI EMAS HIJAU

INVESTASI EMAS HIJAU

SEPUTAR FOREX EA

Order Detail
 SEPUTAR FOREX EA

SEPUTAR FOREX EA
Beberapa waktu yang lalu, ada seorang trader yang berkata dengan pedas seperti ini pada saya: “Psikologi trading itu b*llsh*t! Sedikit-sedikit nyalahin psikologi. Giliran loss yang disalahin psikologi, giliran profit, strategi lu puji-puji setinggi langit. Berarti kalau lu loss melulu, artinya lu gila. Kalau gitu, pergi aja lu ke psikiater, siapa tau lu jadi waras dan bisa profit terus. Gitu kan? Kalau lu mau profit, lu cari strategi forex yang jagoan. Lu pelajari sampai jago, baru lu masuk forex trading. Bukan ke dokter jiwa!”

Terus terang saya agak sulit mengikuti logika berpikir orang tersebut. Saya sendiri tidak tahu apakah ia merupakan seorang trader sukses, atau justru trader gagal yang berada dalam fase denial dan menolak untuk mengoreksi kesalahan dirinya, namun lebih suka menyalahkan strategi forex trading yang dipergunakannya.

Tetapi itu tidak penting. Yang saya tangkap adalah bahwa intinya ia menganggap bahwa psikologi trading terlalu dibesar-besarkan. Benarkah pendapat tersebut?

SEPUTAR FOREX EA
Mengambil keputusan di saat genting
Meskipun sekelompok orang memang menganggap bahwa psikologi trading terlalu dibesar-besarkan, namun dalam pandangan sederhana saya tidaklah demikian. Saya sendiri meyakini bahwa seorang trader harus bisa berpikir jernih dalam segala situasi sesulit dan segenting apa pun. Ia harus bisa mengambil keputusan tanpa ragu dalam kondisi berada di bawah tekanan ketika harga bergejolak dan membuat posisinya mengalami floating loss. Ia harus bisa menahan diri untuk tidak membuka terlalu banyak posisi hanya untuk mempercepat perolehan profit, apalagi untuk mempercepat mengurangi loss dengan cara – misalnya – martingale. Ia harus bisa menahan diri untuk tidak terlalu cepat menutup posisi yang untung, juga bisa dengan jantan menutup transaksi yang merugi manakala sistem tradingnya memang sudah mensyaratkan demikian.

JIka seorang trader tidak mampu menangani stress yang muncul saat trading, bagaimanapun canggihnya strategi forex trading yang ia miliki tak akan banyak membantu karena ia tak akan bisa mengeksekusi strategi tersebut dengan tepat. Penyebabnya antara lain adalah karena takut atau serakah, atau bahkan keduanya sekaligus.

SEPUTAR FOREX EA

 SEPUTAR FOREX EA

Tak semua Turtle Traders menjadi juara
Masih ingat kisah sukses Turtle Traders yang diasuh oleh Richard Dennis dan Bill Eckhardt? Mereka adalah sekelompok trader yang memulai belajar forex trading dari NOL. Semua anggota kelompok diajarkan metode dan teknik trading berikut prinsip-prinsip manajemen resiko yang sama. Perlu Anda ketahui bahwa tidak semua anggota Turtle Traders meraih prestasi yang sama persis. Ada beberapa orang di antara mereka yang sangat menonjol, ada juga yang kurang berhasil. Kita sebut saja mereka sebagai para “Kura-Kura Biasa” dan “Kura-Kura Juara”.

Para “Kura-Kura Biasa” tak mampu bertahan di bawah tekanan mental ketika pasar mengguncang modal mereka. Mereka cenderung menutup posisi mereka terlalu cepat, atau bahkan membiarkan posisi mereka merugi terlalu lama. Mereka tidak mampu mengoptimalkan sistem trading yang telah diberikan kepada mereka.

Sementara itu, para “Kura-Kura Juara” justru melakukan sebaliknya. Mereka bisa menjalankan prinsip yang sangat terkenal dalam trading: “Cut your losses short, let your profits run.” Kunci untuk menjalankan prinsip ini adalah kemampuan untuk tidak menjadi panik manakala volatilitas pasar bertambah besar, namun justru mampu mempertahankan keyakinan atas argumen yang mendasari pengambilan keputusan atas suatu transaksi. Itu termasuk juga dalam melakukan cut-loss.

Apa perbedaan antara para “Kura-Kura Juara” itu “Kura-Kura Biasa”? Jawabannya adalah psikologi mereka.

SEPUTAR FOREX EA
Pengemudi biasa vs pembalap
Saya selalu suka mempergunakan analogi ini.

Seorang pengemudi biasa – seperti saya – tidak akan bisa mengendarai mobil Formula-1 dengan optimal. Jika saya diberi kesempatan mengemudikan mobil canggih itu dan Lewis Hamilton (juara dunia Formula-1) mengemudikan sedan biasa yang hanya memiliki mesin bersilinder 2000cc, lalu kami diminta untuk berlomba, sepertinya Lewis Hamilton yang akan menang. Mengapa? Karena saya tidak punya mental pembalap seperti Lewis Hamilton. Kecepatan maksimum yang pernah saya alami selama mengemudi, mentok di 110 km/jam. Saya tidak berani melaju lebih cepat lagi.

Sebuah program televisi BBC Knowledge bernama “Top Gear” pernah menayangkan liputan ketika salah seorang host acara itu, Richard Hammond, mencoba untuk mengendarai Formula-1. Hasilnya? Ia lebih banyak berteriak – meskipun bercampur antara ketakutan dan histeria kegembiraan – ketika ia memacu mobil itu dalam kecepatan yang tinggi.

Padahal, Hammond adalah pengemudi yang berpengalaman. Ia sangat mengenal mobil dan seluk beluknya. Ia pernah beberapa kali memacu super car dalam kecepatan tinggi. Namun Formula-1 adalah hal yang sama sekali berbeda.

Seorang pembalap Formula-1 biasa memacu mobilnya dalam kondisi full throttle selama berjam-jam. Setiap tikungan dilibas tanpa banyak menginjak pedal rem. Berbeda dengan Hammond, yang lebih banyak menginjak pedal rem daripada pedal gas.

Yang membedakan Hammond dengan pembalap Formula-1 sungguhan – selain pengalaman – adalah mental.

SEPUTAR FOREX EA
Strategi juga penting, tapi….
Kita tidak sedang menafikan pentingnya peranan strategi forex trading yang bagus. Mungkin saja Anda adalah seorang trader yang super disiplin dan “dingin”, dalam arti sama sekali tak melibatkan emosi dalam trading, namun itu pun tak berarti tanpa strategi yang profitable.

Psikologi trading tidak lantas serta-merta bisa mengubah strategi yang buruk menjadi cemerlang, namun bisa membantu Anda untuk melengkapi kemampuan Anda untuk membangun sistem trading yang baik.

Di sisi lain, penguasaan psikologi dalam trading akan bisa membuat Anda berpegang teguh pada trading plan atau sistem trading yang sudah Anda uji keampuhannya. Sederhana saja: tanpa kedisiplinan, mustahil kan Anda bisa stick to the plan? Nah, kedisiplinan ini salah satu bagian psikologi trading.

Kunci dari kebehasilan seorang trader – kembali lagi – adalah 3M: Mind, Method, Money. Ketiganya harus seimbang dan proporsional. Tiga serangkai itu tak boleh dipisah-pisahkan. Ketiadaan salah satu elemen dari 3M akan menutup kemungkinan kesuksesan Anda dalam trading.

Jadi, masih mau mengabaikan pentingnya psikologi dalam trading?

 SEPUTAR FOREX EA

SEPUTAR FOREX EA

SEPUTAR FOREX EA

ROBOT FOREX MT4

Order Detail
 ROBOT FOREX MT4

ROBOT FOREX MT4
Beberapa waktu yang lalu, ada seorang trader yang berkata dengan pedas seperti ini pada saya: “Psikologi trading itu b*llsh*t! Sedikit-sedikit nyalahin psikologi. Giliran loss yang disalahin psikologi, giliran profit, strategi lu puji-puji setinggi langit. Berarti kalau lu loss melulu, artinya lu gila. Kalau gitu, pergi aja lu ke psikiater, siapa tau lu jadi waras dan bisa profit terus. Gitu kan? Kalau lu mau profit, lu cari strategi forex yang jagoan. Lu pelajari sampai jago, baru lu masuk forex trading. Bukan ke dokter jiwa!”

Terus terang saya agak sulit mengikuti logika berpikir orang tersebut. Saya sendiri tidak tahu apakah ia merupakan seorang trader sukses, atau justru trader gagal yang berada dalam fase denial dan menolak untuk mengoreksi kesalahan dirinya, namun lebih suka menyalahkan strategi forex trading yang dipergunakannya.

Tetapi itu tidak penting. Yang saya tangkap adalah bahwa intinya ia menganggap bahwa psikologi trading terlalu dibesar-besarkan. Benarkah pendapat tersebut?

ROBOT FOREX MT4
Mengambil keputusan di saat genting
Meskipun sekelompok orang memang menganggap bahwa psikologi trading terlalu dibesar-besarkan, namun dalam pandangan sederhana saya tidaklah demikian. Saya sendiri meyakini bahwa seorang trader harus bisa berpikir jernih dalam segala situasi sesulit dan segenting apa pun. Ia harus bisa mengambil keputusan tanpa ragu dalam kondisi berada di bawah tekanan ketika harga bergejolak dan membuat posisinya mengalami floating loss. Ia harus bisa menahan diri untuk tidak membuka terlalu banyak posisi hanya untuk mempercepat perolehan profit, apalagi untuk mempercepat mengurangi loss dengan cara – misalnya – martingale. Ia harus bisa menahan diri untuk tidak terlalu cepat menutup posisi yang untung, juga bisa dengan jantan menutup transaksi yang merugi manakala sistem tradingnya memang sudah mensyaratkan demikian.

JIka seorang trader tidak mampu menangani stress yang muncul saat trading, bagaimanapun canggihnya strategi forex trading yang ia miliki tak akan banyak membantu karena ia tak akan bisa mengeksekusi strategi tersebut dengan tepat. Penyebabnya antara lain adalah karena takut atau serakah, atau bahkan keduanya sekaligus.

ROBOT FOREX MT4

 ROBOT FOREX MT4

Tak semua Turtle Traders menjadi juara
Masih ingat kisah sukses Turtle Traders yang diasuh oleh Richard Dennis dan Bill Eckhardt? Mereka adalah sekelompok trader yang memulai belajar forex trading dari NOL. Semua anggota kelompok diajarkan metode dan teknik trading berikut prinsip-prinsip manajemen resiko yang sama. Perlu Anda ketahui bahwa tidak semua anggota Turtle Traders meraih prestasi yang sama persis. Ada beberapa orang di antara mereka yang sangat menonjol, ada juga yang kurang berhasil. Kita sebut saja mereka sebagai para “Kura-Kura Biasa” dan “Kura-Kura Juara”.

Para “Kura-Kura Biasa” tak mampu bertahan di bawah tekanan mental ketika pasar mengguncang modal mereka. Mereka cenderung menutup posisi mereka terlalu cepat, atau bahkan membiarkan posisi mereka merugi terlalu lama. Mereka tidak mampu mengoptimalkan sistem trading yang telah diberikan kepada mereka.

Sementara itu, para “Kura-Kura Juara” justru melakukan sebaliknya. Mereka bisa menjalankan prinsip yang sangat terkenal dalam trading: “Cut your losses short, let your profits run.” Kunci untuk menjalankan prinsip ini adalah kemampuan untuk tidak menjadi panik manakala volatilitas pasar bertambah besar, namun justru mampu mempertahankan keyakinan atas argumen yang mendasari pengambilan keputusan atas suatu transaksi. Itu termasuk juga dalam melakukan cut-loss.

Apa perbedaan antara para “Kura-Kura Juara” itu “Kura-Kura Biasa”? Jawabannya adalah psikologi mereka.

ROBOT FOREX MT4
Pengemudi biasa vs pembalap
Saya selalu suka mempergunakan analogi ini.

Seorang pengemudi biasa – seperti saya – tidak akan bisa mengendarai mobil Formula-1 dengan optimal. Jika saya diberi kesempatan mengemudikan mobil canggih itu dan Lewis Hamilton (juara dunia Formula-1) mengemudikan sedan biasa yang hanya memiliki mesin bersilinder 2000cc, lalu kami diminta untuk berlomba, sepertinya Lewis Hamilton yang akan menang. Mengapa? Karena saya tidak punya mental pembalap seperti Lewis Hamilton. Kecepatan maksimum yang pernah saya alami selama mengemudi, mentok di 110 km/jam. Saya tidak berani melaju lebih cepat lagi.

Sebuah program televisi BBC Knowledge bernama “Top Gear” pernah menayangkan liputan ketika salah seorang host acara itu, Richard Hammond, mencoba untuk mengendarai Formula-1. Hasilnya? Ia lebih banyak berteriak – meskipun bercampur antara ketakutan dan histeria kegembiraan – ketika ia memacu mobil itu dalam kecepatan yang tinggi.

Padahal, Hammond adalah pengemudi yang berpengalaman. Ia sangat mengenal mobil dan seluk beluknya. Ia pernah beberapa kali memacu super car dalam kecepatan tinggi. Namun Formula-1 adalah hal yang sama sekali berbeda.

Seorang pembalap Formula-1 biasa memacu mobilnya dalam kondisi full throttle selama berjam-jam. Setiap tikungan dilibas tanpa banyak menginjak pedal rem. Berbeda dengan Hammond, yang lebih banyak menginjak pedal rem daripada pedal gas.

Yang membedakan Hammond dengan pembalap Formula-1 sungguhan – selain pengalaman – adalah mental.

ROBOT FOREX MT4
Strategi juga penting, tapi….
Kita tidak sedang menafikan pentingnya peranan strategi forex trading yang bagus. Mungkin saja Anda adalah seorang trader yang super disiplin dan “dingin”, dalam arti sama sekali tak melibatkan emosi dalam trading, namun itu pun tak berarti tanpa strategi yang profitable.

Psikologi trading tidak lantas serta-merta bisa mengubah strategi yang buruk menjadi cemerlang, namun bisa membantu Anda untuk melengkapi kemampuan Anda untuk membangun sistem trading yang baik.

Di sisi lain, penguasaan psikologi dalam trading akan bisa membuat Anda berpegang teguh pada trading plan atau sistem trading yang sudah Anda uji keampuhannya. Sederhana saja: tanpa kedisiplinan, mustahil kan Anda bisa stick to the plan? Nah, kedisiplinan ini salah satu bagian psikologi trading.

Kunci dari kebehasilan seorang trader – kembali lagi – adalah 3M: Mind, Method, Money. Ketiganya harus seimbang dan proporsional. Tiga serangkai itu tak boleh dipisah-pisahkan. Ketiadaan salah satu elemen dari 3M akan menutup kemungkinan kesuksesan Anda dalam trading.

Jadi, masih mau mengabaikan pentingnya psikologi dalam trading?

 ROBOT FOREX MT4

ROBOT FOREX MT4

ROBOT FOREX MT4

EBOOK FOREX ITALIANO

Order Detail
 EBOOK FOREX ITALIANO

EBOOK FOREX ITALIANO
Beberapa waktu yang lalu, ada seorang trader yang berkata dengan pedas seperti ini pada saya: “Psikologi trading itu b*llsh*t! Sedikit-sedikit nyalahin psikologi. Giliran loss yang disalahin psikologi, giliran profit, strategi lu puji-puji setinggi langit. Berarti kalau lu loss melulu, artinya lu gila. Kalau gitu, pergi aja lu ke psikiater, siapa tau lu jadi waras dan bisa profit terus. Gitu kan? Kalau lu mau profit, lu cari strategi forex yang jagoan. Lu pelajari sampai jago, baru lu masuk forex trading. Bukan ke dokter jiwa!”

Terus terang saya agak sulit mengikuti logika berpikir orang tersebut. Saya sendiri tidak tahu apakah ia merupakan seorang trader sukses, atau justru trader gagal yang berada dalam fase denial dan menolak untuk mengoreksi kesalahan dirinya, namun lebih suka menyalahkan strategi forex trading yang dipergunakannya.

Tetapi itu tidak penting. Yang saya tangkap adalah bahwa intinya ia menganggap bahwa psikologi trading terlalu dibesar-besarkan. Benarkah pendapat tersebut?

EBOOK FOREX ITALIANO
Mengambil keputusan di saat genting
Meskipun sekelompok orang memang menganggap bahwa psikologi trading terlalu dibesar-besarkan, namun dalam pandangan sederhana saya tidaklah demikian. Saya sendiri meyakini bahwa seorang trader harus bisa berpikir jernih dalam segala situasi sesulit dan segenting apa pun. Ia harus bisa mengambil keputusan tanpa ragu dalam kondisi berada di bawah tekanan ketika harga bergejolak dan membuat posisinya mengalami floating loss. Ia harus bisa menahan diri untuk tidak membuka terlalu banyak posisi hanya untuk mempercepat perolehan profit, apalagi untuk mempercepat mengurangi loss dengan cara – misalnya – martingale. Ia harus bisa menahan diri untuk tidak terlalu cepat menutup posisi yang untung, juga bisa dengan jantan menutup transaksi yang merugi manakala sistem tradingnya memang sudah mensyaratkan demikian.

JIka seorang trader tidak mampu menangani stress yang muncul saat trading, bagaimanapun canggihnya strategi forex trading yang ia miliki tak akan banyak membantu karena ia tak akan bisa mengeksekusi strategi tersebut dengan tepat. Penyebabnya antara lain adalah karena takut atau serakah, atau bahkan keduanya sekaligus.

EBOOK FOREX ITALIANO

 EBOOK FOREX ITALIANO

Tak semua Turtle Traders menjadi juara
Masih ingat kisah sukses Turtle Traders yang diasuh oleh Richard Dennis dan Bill Eckhardt? Mereka adalah sekelompok trader yang memulai belajar forex trading dari NOL. Semua anggota kelompok diajarkan metode dan teknik trading berikut prinsip-prinsip manajemen resiko yang sama. Perlu Anda ketahui bahwa tidak semua anggota Turtle Traders meraih prestasi yang sama persis. Ada beberapa orang di antara mereka yang sangat menonjol, ada juga yang kurang berhasil. Kita sebut saja mereka sebagai para “Kura-Kura Biasa” dan “Kura-Kura Juara”.

Para “Kura-Kura Biasa” tak mampu bertahan di bawah tekanan mental ketika pasar mengguncang modal mereka. Mereka cenderung menutup posisi mereka terlalu cepat, atau bahkan membiarkan posisi mereka merugi terlalu lama. Mereka tidak mampu mengoptimalkan sistem trading yang telah diberikan kepada mereka.

Sementara itu, para “Kura-Kura Juara” justru melakukan sebaliknya. Mereka bisa menjalankan prinsip yang sangat terkenal dalam trading: “Cut your losses short, let your profits run.” Kunci untuk menjalankan prinsip ini adalah kemampuan untuk tidak menjadi panik manakala volatilitas pasar bertambah besar, namun justru mampu mempertahankan keyakinan atas argumen yang mendasari pengambilan keputusan atas suatu transaksi. Itu termasuk juga dalam melakukan cut-loss.

Apa perbedaan antara para “Kura-Kura Juara” itu “Kura-Kura Biasa”? Jawabannya adalah psikologi mereka.

EBOOK FOREX ITALIANO
Pengemudi biasa vs pembalap
Saya selalu suka mempergunakan analogi ini.

Seorang pengemudi biasa – seperti saya – tidak akan bisa mengendarai mobil Formula-1 dengan optimal. Jika saya diberi kesempatan mengemudikan mobil canggih itu dan Lewis Hamilton (juara dunia Formula-1) mengemudikan sedan biasa yang hanya memiliki mesin bersilinder 2000cc, lalu kami diminta untuk berlomba, sepertinya Lewis Hamilton yang akan menang. Mengapa? Karena saya tidak punya mental pembalap seperti Lewis Hamilton. Kecepatan maksimum yang pernah saya alami selama mengemudi, mentok di 110 km/jam. Saya tidak berani melaju lebih cepat lagi.

Sebuah program televisi BBC Knowledge bernama “Top Gear” pernah menayangkan liputan ketika salah seorang host acara itu, Richard Hammond, mencoba untuk mengendarai Formula-1. Hasilnya? Ia lebih banyak berteriak – meskipun bercampur antara ketakutan dan histeria kegembiraan – ketika ia memacu mobil itu dalam kecepatan yang tinggi.

Padahal, Hammond adalah pengemudi yang berpengalaman. Ia sangat mengenal mobil dan seluk beluknya. Ia pernah beberapa kali memacu super car dalam kecepatan tinggi. Namun Formula-1 adalah hal yang sama sekali berbeda.

Seorang pembalap Formula-1 biasa memacu mobilnya dalam kondisi full throttle selama berjam-jam. Setiap tikungan dilibas tanpa banyak menginjak pedal rem. Berbeda dengan Hammond, yang lebih banyak menginjak pedal rem daripada pedal gas.

Yang membedakan Hammond dengan pembalap Formula-1 sungguhan – selain pengalaman – adalah mental.

EBOOK FOREX ITALIANO
Strategi juga penting, tapi….
Kita tidak sedang menafikan pentingnya peranan strategi forex trading yang bagus. Mungkin saja Anda adalah seorang trader yang super disiplin dan “dingin”, dalam arti sama sekali tak melibatkan emosi dalam trading, namun itu pun tak berarti tanpa strategi yang profitable.

Psikologi trading tidak lantas serta-merta bisa mengubah strategi yang buruk menjadi cemerlang, namun bisa membantu Anda untuk melengkapi kemampuan Anda untuk membangun sistem trading yang baik.

Di sisi lain, penguasaan psikologi dalam trading akan bisa membuat Anda berpegang teguh pada trading plan atau sistem trading yang sudah Anda uji keampuhannya. Sederhana saja: tanpa kedisiplinan, mustahil kan Anda bisa stick to the plan? Nah, kedisiplinan ini salah satu bagian psikologi trading.

Kunci dari kebehasilan seorang trader – kembali lagi – adalah 3M: Mind, Method, Money. Ketiganya harus seimbang dan proporsional. Tiga serangkai itu tak boleh dipisah-pisahkan. Ketiadaan salah satu elemen dari 3M akan menutup kemungkinan kesuksesan Anda dalam trading.

Jadi, masih mau mengabaikan pentingnya psikologi dalam trading?

 EBOOK FOREX ITALIANO

EBOOK FOREX ITALIANO

EBOOK FOREX ITALIANO

BEST FOREX ROBOT LIST

Order Detail
 BEST FOREX ROBOT LIST

BEST FOREX ROBOT LIST
Beberapa waktu yang lalu, ada seorang trader yang berkata dengan pedas seperti ini pada saya: “Psikologi trading itu b*llsh*t! Sedikit-sedikit nyalahin psikologi. Giliran loss yang disalahin psikologi, giliran profit, strategi lu puji-puji setinggi langit. Berarti kalau lu loss melulu, artinya lu gila. Kalau gitu, pergi aja lu ke psikiater, siapa tau lu jadi waras dan bisa profit terus. Gitu kan? Kalau lu mau profit, lu cari strategi forex yang jagoan. Lu pelajari sampai jago, baru lu masuk forex trading. Bukan ke dokter jiwa!”

Terus terang saya agak sulit mengikuti logika berpikir orang tersebut. Saya sendiri tidak tahu apakah ia merupakan seorang trader sukses, atau justru trader gagal yang berada dalam fase denial dan menolak untuk mengoreksi kesalahan dirinya, namun lebih suka menyalahkan strategi forex trading yang dipergunakannya.

Tetapi itu tidak penting. Yang saya tangkap adalah bahwa intinya ia menganggap bahwa psikologi trading terlalu dibesar-besarkan. Benarkah pendapat tersebut?

BEST FOREX ROBOT LIST
Mengambil keputusan di saat genting
Meskipun sekelompok orang memang menganggap bahwa psikologi trading terlalu dibesar-besarkan, namun dalam pandangan sederhana saya tidaklah demikian. Saya sendiri meyakini bahwa seorang trader harus bisa berpikir jernih dalam segala situasi sesulit dan segenting apa pun. Ia harus bisa mengambil keputusan tanpa ragu dalam kondisi berada di bawah tekanan ketika harga bergejolak dan membuat posisinya mengalami floating loss. Ia harus bisa menahan diri untuk tidak membuka terlalu banyak posisi hanya untuk mempercepat perolehan profit, apalagi untuk mempercepat mengurangi loss dengan cara – misalnya – martingale. Ia harus bisa menahan diri untuk tidak terlalu cepat menutup posisi yang untung, juga bisa dengan jantan menutup transaksi yang merugi manakala sistem tradingnya memang sudah mensyaratkan demikian.

JIka seorang trader tidak mampu menangani stress yang muncul saat trading, bagaimanapun canggihnya strategi forex trading yang ia miliki tak akan banyak membantu karena ia tak akan bisa mengeksekusi strategi tersebut dengan tepat. Penyebabnya antara lain adalah karena takut atau serakah, atau bahkan keduanya sekaligus.

BEST FOREX ROBOT LIST

 BEST FOREX ROBOT LIST

Tak semua Turtle Traders menjadi juara
Masih ingat kisah sukses Turtle Traders yang diasuh oleh Richard Dennis dan Bill Eckhardt? Mereka adalah sekelompok trader yang memulai belajar forex trading dari NOL. Semua anggota kelompok diajarkan metode dan teknik trading berikut prinsip-prinsip manajemen resiko yang sama. Perlu Anda ketahui bahwa tidak semua anggota Turtle Traders meraih prestasi yang sama persis. Ada beberapa orang di antara mereka yang sangat menonjol, ada juga yang kurang berhasil. Kita sebut saja mereka sebagai para “Kura-Kura Biasa” dan “Kura-Kura Juara”.

Para “Kura-Kura Biasa” tak mampu bertahan di bawah tekanan mental ketika pasar mengguncang modal mereka. Mereka cenderung menutup posisi mereka terlalu cepat, atau bahkan membiarkan posisi mereka merugi terlalu lama. Mereka tidak mampu mengoptimalkan sistem trading yang telah diberikan kepada mereka.

Sementara itu, para “Kura-Kura Juara” justru melakukan sebaliknya. Mereka bisa menjalankan prinsip yang sangat terkenal dalam trading: “Cut your losses short, let your profits run.” Kunci untuk menjalankan prinsip ini adalah kemampuan untuk tidak menjadi panik manakala volatilitas pasar bertambah besar, namun justru mampu mempertahankan keyakinan atas argumen yang mendasari pengambilan keputusan atas suatu transaksi. Itu termasuk juga dalam melakukan cut-loss.

Apa perbedaan antara para “Kura-Kura Juara” itu “Kura-Kura Biasa”? Jawabannya adalah psikologi mereka.

BEST FOREX ROBOT LIST
Pengemudi biasa vs pembalap
Saya selalu suka mempergunakan analogi ini.

Seorang pengemudi biasa – seperti saya – tidak akan bisa mengendarai mobil Formula-1 dengan optimal. Jika saya diberi kesempatan mengemudikan mobil canggih itu dan Lewis Hamilton (juara dunia Formula-1) mengemudikan sedan biasa yang hanya memiliki mesin bersilinder 2000cc, lalu kami diminta untuk berlomba, sepertinya Lewis Hamilton yang akan menang. Mengapa? Karena saya tidak punya mental pembalap seperti Lewis Hamilton. Kecepatan maksimum yang pernah saya alami selama mengemudi, mentok di 110 km/jam. Saya tidak berani melaju lebih cepat lagi.

Sebuah program televisi BBC Knowledge bernama “Top Gear” pernah menayangkan liputan ketika salah seorang host acara itu, Richard Hammond, mencoba untuk mengendarai Formula-1. Hasilnya? Ia lebih banyak berteriak – meskipun bercampur antara ketakutan dan histeria kegembiraan – ketika ia memacu mobil itu dalam kecepatan yang tinggi.

Padahal, Hammond adalah pengemudi yang berpengalaman. Ia sangat mengenal mobil dan seluk beluknya. Ia pernah beberapa kali memacu super car dalam kecepatan tinggi. Namun Formula-1 adalah hal yang sama sekali berbeda.

Seorang pembalap Formula-1 biasa memacu mobilnya dalam kondisi full throttle selama berjam-jam. Setiap tikungan dilibas tanpa banyak menginjak pedal rem. Berbeda dengan Hammond, yang lebih banyak menginjak pedal rem daripada pedal gas.

Yang membedakan Hammond dengan pembalap Formula-1 sungguhan – selain pengalaman – adalah mental.

BEST FOREX ROBOT LIST
Strategi juga penting, tapi….
Kita tidak sedang menafikan pentingnya peranan strategi forex trading yang bagus. Mungkin saja Anda adalah seorang trader yang super disiplin dan “dingin”, dalam arti sama sekali tak melibatkan emosi dalam trading, namun itu pun tak berarti tanpa strategi yang profitable.

Psikologi trading tidak lantas serta-merta bisa mengubah strategi yang buruk menjadi cemerlang, namun bisa membantu Anda untuk melengkapi kemampuan Anda untuk membangun sistem trading yang baik.

Di sisi lain, penguasaan psikologi dalam trading akan bisa membuat Anda berpegang teguh pada trading plan atau sistem trading yang sudah Anda uji keampuhannya. Sederhana saja: tanpa kedisiplinan, mustahil kan Anda bisa stick to the plan? Nah, kedisiplinan ini salah satu bagian psikologi trading.

Kunci dari kebehasilan seorang trader – kembali lagi – adalah 3M: Mind, Method, Money. Ketiganya harus seimbang dan proporsional. Tiga serangkai itu tak boleh dipisah-pisahkan. Ketiadaan salah satu elemen dari 3M akan menutup kemungkinan kesuksesan Anda dalam trading.

Jadi, masih mau mengabaikan pentingnya psikologi dalam trading?

 BEST FOREX ROBOT LIST

BEST FOREX ROBOT LIST

BEST FOREX ROBOT LIST

FAKTA SEPUTAR FOREX

Order Detail
 FAKTA SEPUTAR FOREX

FAKTA SEPUTAR FOREX
Beberapa waktu yang lalu, ada seorang trader yang berkata dengan pedas seperti ini pada saya: “Psikologi trading itu b*llsh*t! Sedikit-sedikit nyalahin psikologi. Giliran loss yang disalahin psikologi, giliran profit, strategi lu puji-puji setinggi langit. Berarti kalau lu loss melulu, artinya lu gila. Kalau gitu, pergi aja lu ke psikiater, siapa tau lu jadi waras dan bisa profit terus. Gitu kan? Kalau lu mau profit, lu cari strategi forex yang jagoan. Lu pelajari sampai jago, baru lu masuk forex trading. Bukan ke dokter jiwa!”

Terus terang saya agak sulit mengikuti logika berpikir orang tersebut. Saya sendiri tidak tahu apakah ia merupakan seorang trader sukses, atau justru trader gagal yang berada dalam fase denial dan menolak untuk mengoreksi kesalahan dirinya, namun lebih suka menyalahkan strategi forex trading yang dipergunakannya.

Tetapi itu tidak penting. Yang saya tangkap adalah bahwa intinya ia menganggap bahwa psikologi trading terlalu dibesar-besarkan. Benarkah pendapat tersebut?

FAKTA SEPUTAR FOREX
Mengambil keputusan di saat genting
Meskipun sekelompok orang memang menganggap bahwa psikologi trading terlalu dibesar-besarkan, namun dalam pandangan sederhana saya tidaklah demikian. Saya sendiri meyakini bahwa seorang trader harus bisa berpikir jernih dalam segala situasi sesulit dan segenting apa pun. Ia harus bisa mengambil keputusan tanpa ragu dalam kondisi berada di bawah tekanan ketika harga bergejolak dan membuat posisinya mengalami floating loss. Ia harus bisa menahan diri untuk tidak membuka terlalu banyak posisi hanya untuk mempercepat perolehan profit, apalagi untuk mempercepat mengurangi loss dengan cara – misalnya – martingale. Ia harus bisa menahan diri untuk tidak terlalu cepat menutup posisi yang untung, juga bisa dengan jantan menutup transaksi yang merugi manakala sistem tradingnya memang sudah mensyaratkan demikian.

JIka seorang trader tidak mampu menangani stress yang muncul saat trading, bagaimanapun canggihnya strategi forex trading yang ia miliki tak akan banyak membantu karena ia tak akan bisa mengeksekusi strategi tersebut dengan tepat. Penyebabnya antara lain adalah karena takut atau serakah, atau bahkan keduanya sekaligus.

FAKTA SEPUTAR FOREX

 FAKTA SEPUTAR FOREX

Tak semua Turtle Traders menjadi juara
Masih ingat kisah sukses Turtle Traders yang diasuh oleh Richard Dennis dan Bill Eckhardt? Mereka adalah sekelompok trader yang memulai belajar forex trading dari NOL. Semua anggota kelompok diajarkan metode dan teknik trading berikut prinsip-prinsip manajemen resiko yang sama. Perlu Anda ketahui bahwa tidak semua anggota Turtle Traders meraih prestasi yang sama persis. Ada beberapa orang di antara mereka yang sangat menonjol, ada juga yang kurang berhasil. Kita sebut saja mereka sebagai para “Kura-Kura Biasa” dan “Kura-Kura Juara”.

Para “Kura-Kura Biasa” tak mampu bertahan di bawah tekanan mental ketika pasar mengguncang modal mereka. Mereka cenderung menutup posisi mereka terlalu cepat, atau bahkan membiarkan posisi mereka merugi terlalu lama. Mereka tidak mampu mengoptimalkan sistem trading yang telah diberikan kepada mereka.

Sementara itu, para “Kura-Kura Juara” justru melakukan sebaliknya. Mereka bisa menjalankan prinsip yang sangat terkenal dalam trading: “Cut your losses short, let your profits run.” Kunci untuk menjalankan prinsip ini adalah kemampuan untuk tidak menjadi panik manakala volatilitas pasar bertambah besar, namun justru mampu mempertahankan keyakinan atas argumen yang mendasari pengambilan keputusan atas suatu transaksi. Itu termasuk juga dalam melakukan cut-loss.

Apa perbedaan antara para “Kura-Kura Juara” itu “Kura-Kura Biasa”? Jawabannya adalah psikologi mereka.

FAKTA SEPUTAR FOREX
Pengemudi biasa vs pembalap
Saya selalu suka mempergunakan analogi ini.

Seorang pengemudi biasa – seperti saya – tidak akan bisa mengendarai mobil Formula-1 dengan optimal. Jika saya diberi kesempatan mengemudikan mobil canggih itu dan Lewis Hamilton (juara dunia Formula-1) mengemudikan sedan biasa yang hanya memiliki mesin bersilinder 2000cc, lalu kami diminta untuk berlomba, sepertinya Lewis Hamilton yang akan menang. Mengapa? Karena saya tidak punya mental pembalap seperti Lewis Hamilton. Kecepatan maksimum yang pernah saya alami selama mengemudi, mentok di 110 km/jam. Saya tidak berani melaju lebih cepat lagi.

Sebuah program televisi BBC Knowledge bernama “Top Gear” pernah menayangkan liputan ketika salah seorang host acara itu, Richard Hammond, mencoba untuk mengendarai Formula-1. Hasilnya? Ia lebih banyak berteriak – meskipun bercampur antara ketakutan dan histeria kegembiraan – ketika ia memacu mobil itu dalam kecepatan yang tinggi.

Padahal, Hammond adalah pengemudi yang berpengalaman. Ia sangat mengenal mobil dan seluk beluknya. Ia pernah beberapa kali memacu super car dalam kecepatan tinggi. Namun Formula-1 adalah hal yang sama sekali berbeda.

Seorang pembalap Formula-1 biasa memacu mobilnya dalam kondisi full throttle selama berjam-jam. Setiap tikungan dilibas tanpa banyak menginjak pedal rem. Berbeda dengan Hammond, yang lebih banyak menginjak pedal rem daripada pedal gas.

Yang membedakan Hammond dengan pembalap Formula-1 sungguhan – selain pengalaman – adalah mental.

FAKTA SEPUTAR FOREX
Strategi juga penting, tapi….
Kita tidak sedang menafikan pentingnya peranan strategi forex trading yang bagus. Mungkin saja Anda adalah seorang trader yang super disiplin dan “dingin”, dalam arti sama sekali tak melibatkan emosi dalam trading, namun itu pun tak berarti tanpa strategi yang profitable.

Psikologi trading tidak lantas serta-merta bisa mengubah strategi yang buruk menjadi cemerlang, namun bisa membantu Anda untuk melengkapi kemampuan Anda untuk membangun sistem trading yang baik.

Di sisi lain, penguasaan psikologi dalam trading akan bisa membuat Anda berpegang teguh pada trading plan atau sistem trading yang sudah Anda uji keampuhannya. Sederhana saja: tanpa kedisiplinan, mustahil kan Anda bisa stick to the plan? Nah, kedisiplinan ini salah satu bagian psikologi trading.

Kunci dari kebehasilan seorang trader – kembali lagi – adalah 3M: Mind, Method, Money. Ketiganya harus seimbang dan proporsional. Tiga serangkai itu tak boleh dipisah-pisahkan. Ketiadaan salah satu elemen dari 3M akan menutup kemungkinan kesuksesan Anda dalam trading.

Jadi, masih mau mengabaikan pentingnya psikologi dalam trading?

 FAKTA SEPUTAR FOREX

FAKTA SEPUTAR FOREX

FAKTA SEPUTAR FOREX

SEMINAR FOREX JAKARTA

Order Detail
 SEMINAR FOREX JAKARTA

SEMINAR FOREX JAKARTA
Beberapa waktu yang lalu, ada seorang trader yang berkata dengan pedas seperti ini pada saya: “Psikologi trading itu b*llsh*t! Sedikit-sedikit nyalahin psikologi. Giliran loss yang disalahin psikologi, giliran profit, strategi lu puji-puji setinggi langit. Berarti kalau lu loss melulu, artinya lu gila. Kalau gitu, pergi aja lu ke psikiater, siapa tau lu jadi waras dan bisa profit terus. Gitu kan? Kalau lu mau profit, lu cari strategi forex yang jagoan. Lu pelajari sampai jago, baru lu masuk forex trading. Bukan ke dokter jiwa!”

Terus terang saya agak sulit mengikuti logika berpikir orang tersebut. Saya sendiri tidak tahu apakah ia merupakan seorang trader sukses, atau justru trader gagal yang berada dalam fase denial dan menolak untuk mengoreksi kesalahan dirinya, namun lebih suka menyalahkan strategi forex trading yang dipergunakannya.

Tetapi itu tidak penting. Yang saya tangkap adalah bahwa intinya ia menganggap bahwa psikologi trading terlalu dibesar-besarkan. Benarkah pendapat tersebut?

SEMINAR FOREX JAKARTA
Mengambil keputusan di saat genting
Meskipun sekelompok orang memang menganggap bahwa psikologi trading terlalu dibesar-besarkan, namun dalam pandangan sederhana saya tidaklah demikian. Saya sendiri meyakini bahwa seorang trader harus bisa berpikir jernih dalam segala situasi sesulit dan segenting apa pun. Ia harus bisa mengambil keputusan tanpa ragu dalam kondisi berada di bawah tekanan ketika harga bergejolak dan membuat posisinya mengalami floating loss. Ia harus bisa menahan diri untuk tidak membuka terlalu banyak posisi hanya untuk mempercepat perolehan profit, apalagi untuk mempercepat mengurangi loss dengan cara – misalnya – martingale. Ia harus bisa menahan diri untuk tidak terlalu cepat menutup posisi yang untung, juga bisa dengan jantan menutup transaksi yang merugi manakala sistem tradingnya memang sudah mensyaratkan demikian.

JIka seorang trader tidak mampu menangani stress yang muncul saat trading, bagaimanapun canggihnya strategi forex trading yang ia miliki tak akan banyak membantu karena ia tak akan bisa mengeksekusi strategi tersebut dengan tepat. Penyebabnya antara lain adalah karena takut atau serakah, atau bahkan keduanya sekaligus.

SEMINAR FOREX JAKARTA

 SEMINAR FOREX JAKARTA

Tak semua Turtle Traders menjadi juara
Masih ingat kisah sukses Turtle Traders yang diasuh oleh Richard Dennis dan Bill Eckhardt? Mereka adalah sekelompok trader yang memulai belajar forex trading dari NOL. Semua anggota kelompok diajarkan metode dan teknik trading berikut prinsip-prinsip manajemen resiko yang sama. Perlu Anda ketahui bahwa tidak semua anggota Turtle Traders meraih prestasi yang sama persis. Ada beberapa orang di antara mereka yang sangat menonjol, ada juga yang kurang berhasil. Kita sebut saja mereka sebagai para “Kura-Kura Biasa” dan “Kura-Kura Juara”.

Para “Kura-Kura Biasa” tak mampu bertahan di bawah tekanan mental ketika pasar mengguncang modal mereka. Mereka cenderung menutup posisi mereka terlalu cepat, atau bahkan membiarkan posisi mereka merugi terlalu lama. Mereka tidak mampu mengoptimalkan sistem trading yang telah diberikan kepada mereka.

Sementara itu, para “Kura-Kura Juara” justru melakukan sebaliknya. Mereka bisa menjalankan prinsip yang sangat terkenal dalam trading: “Cut your losses short, let your profits run.” Kunci untuk menjalankan prinsip ini adalah kemampuan untuk tidak menjadi panik manakala volatilitas pasar bertambah besar, namun justru mampu mempertahankan keyakinan atas argumen yang mendasari pengambilan keputusan atas suatu transaksi. Itu termasuk juga dalam melakukan cut-loss.

Apa perbedaan antara para “Kura-Kura Juara” itu “Kura-Kura Biasa”? Jawabannya adalah psikologi mereka.

SEMINAR FOREX JAKARTA
Pengemudi biasa vs pembalap
Saya selalu suka mempergunakan analogi ini.

Seorang pengemudi biasa – seperti saya – tidak akan bisa mengendarai mobil Formula-1 dengan optimal. Jika saya diberi kesempatan mengemudikan mobil canggih itu dan Lewis Hamilton (juara dunia Formula-1) mengemudikan sedan biasa yang hanya memiliki mesin bersilinder 2000cc, lalu kami diminta untuk berlomba, sepertinya Lewis Hamilton yang akan menang. Mengapa? Karena saya tidak punya mental pembalap seperti Lewis Hamilton. Kecepatan maksimum yang pernah saya alami selama mengemudi, mentok di 110 km/jam. Saya tidak berani melaju lebih cepat lagi.

Sebuah program televisi BBC Knowledge bernama “Top Gear” pernah menayangkan liputan ketika salah seorang host acara itu, Richard Hammond, mencoba untuk mengendarai Formula-1. Hasilnya? Ia lebih banyak berteriak – meskipun bercampur antara ketakutan dan histeria kegembiraan – ketika ia memacu mobil itu dalam kecepatan yang tinggi.

Padahal, Hammond adalah pengemudi yang berpengalaman. Ia sangat mengenal mobil dan seluk beluknya. Ia pernah beberapa kali memacu super car dalam kecepatan tinggi. Namun Formula-1 adalah hal yang sama sekali berbeda.

Seorang pembalap Formula-1 biasa memacu mobilnya dalam kondisi full throttle selama berjam-jam. Setiap tikungan dilibas tanpa banyak menginjak pedal rem. Berbeda dengan Hammond, yang lebih banyak menginjak pedal rem daripada pedal gas.

Yang membedakan Hammond dengan pembalap Formula-1 sungguhan – selain pengalaman – adalah mental.

SEMINAR FOREX JAKARTA
Strategi juga penting, tapi….
Kita tidak sedang menafikan pentingnya peranan strategi forex trading yang bagus. Mungkin saja Anda adalah seorang trader yang super disiplin dan “dingin”, dalam arti sama sekali tak melibatkan emosi dalam trading, namun itu pun tak berarti tanpa strategi yang profitable.

Psikologi trading tidak lantas serta-merta bisa mengubah strategi yang buruk menjadi cemerlang, namun bisa membantu Anda untuk melengkapi kemampuan Anda untuk membangun sistem trading yang baik.

Di sisi lain, penguasaan psikologi dalam trading akan bisa membuat Anda berpegang teguh pada trading plan atau sistem trading yang sudah Anda uji keampuhannya. Sederhana saja: tanpa kedisiplinan, mustahil kan Anda bisa stick to the plan? Nah, kedisiplinan ini salah satu bagian psikologi trading.

Kunci dari kebehasilan seorang trader – kembali lagi – adalah 3M: Mind, Method, Money. Ketiganya harus seimbang dan proporsional. Tiga serangkai itu tak boleh dipisah-pisahkan. Ketiadaan salah satu elemen dari 3M akan menutup kemungkinan kesuksesan Anda dalam trading.

Jadi, masih mau mengabaikan pentingnya psikologi dalam trading?

 SEMINAR FOREX JAKARTA

SEMINAR FOREX JAKARTA

SEMINAR FOREX JAKARTA

ROBOT FOREX HIGH PROFIT

Order Detail
 ROBOT FOREX HIGH PROFIT

ROBOT FOREX HIGH PROFIT
Beberapa waktu yang lalu, ada seorang trader yang berkata dengan pedas seperti ini pada saya: “Psikologi trading itu b*llsh*t! Sedikit-sedikit nyalahin psikologi. Giliran loss yang disalahin psikologi, giliran profit, strategi lu puji-puji setinggi langit. Berarti kalau lu loss melulu, artinya lu gila. Kalau gitu, pergi aja lu ke psikiater, siapa tau lu jadi waras dan bisa profit terus. Gitu kan? Kalau lu mau profit, lu cari strategi forex yang jagoan. Lu pelajari sampai jago, baru lu masuk forex trading. Bukan ke dokter jiwa!”

Terus terang saya agak sulit mengikuti logika berpikir orang tersebut. Saya sendiri tidak tahu apakah ia merupakan seorang trader sukses, atau justru trader gagal yang berada dalam fase denial dan menolak untuk mengoreksi kesalahan dirinya, namun lebih suka menyalahkan strategi forex trading yang dipergunakannya.

Tetapi itu tidak penting. Yang saya tangkap adalah bahwa intinya ia menganggap bahwa psikologi trading terlalu dibesar-besarkan. Benarkah pendapat tersebut?

ROBOT FOREX HIGH PROFIT
Mengambil keputusan di saat genting
Meskipun sekelompok orang memang menganggap bahwa psikologi trading terlalu dibesar-besarkan, namun dalam pandangan sederhana saya tidaklah demikian. Saya sendiri meyakini bahwa seorang trader harus bisa berpikir jernih dalam segala situasi sesulit dan segenting apa pun. Ia harus bisa mengambil keputusan tanpa ragu dalam kondisi berada di bawah tekanan ketika harga bergejolak dan membuat posisinya mengalami floating loss. Ia harus bisa menahan diri untuk tidak membuka terlalu banyak posisi hanya untuk mempercepat perolehan profit, apalagi untuk mempercepat mengurangi loss dengan cara – misalnya – martingale. Ia harus bisa menahan diri untuk tidak terlalu cepat menutup posisi yang untung, juga bisa dengan jantan menutup transaksi yang merugi manakala sistem tradingnya memang sudah mensyaratkan demikian.

JIka seorang trader tidak mampu menangani stress yang muncul saat trading, bagaimanapun canggihnya strategi forex trading yang ia miliki tak akan banyak membantu karena ia tak akan bisa mengeksekusi strategi tersebut dengan tepat. Penyebabnya antara lain adalah karena takut atau serakah, atau bahkan keduanya sekaligus.

ROBOT FOREX HIGH PROFIT

 ROBOT FOREX HIGH PROFIT

Tak semua Turtle Traders menjadi juara
Masih ingat kisah sukses Turtle Traders yang diasuh oleh Richard Dennis dan Bill Eckhardt? Mereka adalah sekelompok trader yang memulai belajar forex trading dari NOL. Semua anggota kelompok diajarkan metode dan teknik trading berikut prinsip-prinsip manajemen resiko yang sama. Perlu Anda ketahui bahwa tidak semua anggota Turtle Traders meraih prestasi yang sama persis. Ada beberapa orang di antara mereka yang sangat menonjol, ada juga yang kurang berhasil. Kita sebut saja mereka sebagai para “Kura-Kura Biasa” dan “Kura-Kura Juara”.

Para “Kura-Kura Biasa” tak mampu bertahan di bawah tekanan mental ketika pasar mengguncang modal mereka. Mereka cenderung menutup posisi mereka terlalu cepat, atau bahkan membiarkan posisi mereka merugi terlalu lama. Mereka tidak mampu mengoptimalkan sistem trading yang telah diberikan kepada mereka.

Sementara itu, para “Kura-Kura Juara” justru melakukan sebaliknya. Mereka bisa menjalankan prinsip yang sangat terkenal dalam trading: “Cut your losses short, let your profits run.” Kunci untuk menjalankan prinsip ini adalah kemampuan untuk tidak menjadi panik manakala volatilitas pasar bertambah besar, namun justru mampu mempertahankan keyakinan atas argumen yang mendasari pengambilan keputusan atas suatu transaksi. Itu termasuk juga dalam melakukan cut-loss.

Apa perbedaan antara para “Kura-Kura Juara” itu “Kura-Kura Biasa”? Jawabannya adalah psikologi mereka.

ROBOT FOREX HIGH PROFIT
Pengemudi biasa vs pembalap
Saya selalu suka mempergunakan analogi ini.

Seorang pengemudi biasa – seperti saya – tidak akan bisa mengendarai mobil Formula-1 dengan optimal. Jika saya diberi kesempatan mengemudikan mobil canggih itu dan Lewis Hamilton (juara dunia Formula-1) mengemudikan sedan biasa yang hanya memiliki mesin bersilinder 2000cc, lalu kami diminta untuk berlomba, sepertinya Lewis Hamilton yang akan menang. Mengapa? Karena saya tidak punya mental pembalap seperti Lewis Hamilton. Kecepatan maksimum yang pernah saya alami selama mengemudi, mentok di 110 km/jam. Saya tidak berani melaju lebih cepat lagi.

Sebuah program televisi BBC Knowledge bernama “Top Gear” pernah menayangkan liputan ketika salah seorang host acara itu, Richard Hammond, mencoba untuk mengendarai Formula-1. Hasilnya? Ia lebih banyak berteriak – meskipun bercampur antara ketakutan dan histeria kegembiraan – ketika ia memacu mobil itu dalam kecepatan yang tinggi.

Padahal, Hammond adalah pengemudi yang berpengalaman. Ia sangat mengenal mobil dan seluk beluknya. Ia pernah beberapa kali memacu super car dalam kecepatan tinggi. Namun Formula-1 adalah hal yang sama sekali berbeda.

Seorang pembalap Formula-1 biasa memacu mobilnya dalam kondisi full throttle selama berjam-jam. Setiap tikungan dilibas tanpa banyak menginjak pedal rem. Berbeda dengan Hammond, yang lebih banyak menginjak pedal rem daripada pedal gas.

Yang membedakan Hammond dengan pembalap Formula-1 sungguhan – selain pengalaman – adalah mental.

ROBOT FOREX HIGH PROFIT
Strategi juga penting, tapi….
Kita tidak sedang menafikan pentingnya peranan strategi forex trading yang bagus. Mungkin saja Anda adalah seorang trader yang super disiplin dan “dingin”, dalam arti sama sekali tak melibatkan emosi dalam trading, namun itu pun tak berarti tanpa strategi yang profitable.

Psikologi trading tidak lantas serta-merta bisa mengubah strategi yang buruk menjadi cemerlang, namun bisa membantu Anda untuk melengkapi kemampuan Anda untuk membangun sistem trading yang baik.

Di sisi lain, penguasaan psikologi dalam trading akan bisa membuat Anda berpegang teguh pada trading plan atau sistem trading yang sudah Anda uji keampuhannya. Sederhana saja: tanpa kedisiplinan, mustahil kan Anda bisa stick to the plan? Nah, kedisiplinan ini salah satu bagian psikologi trading.

Kunci dari kebehasilan seorang trader – kembali lagi – adalah 3M: Mind, Method, Money. Ketiganya harus seimbang dan proporsional. Tiga serangkai itu tak boleh dipisah-pisahkan. Ketiadaan salah satu elemen dari 3M akan menutup kemungkinan kesuksesan Anda dalam trading.

Jadi, masih mau mengabaikan pentingnya psikologi dalam trading?

 ROBOT FOREX HIGH PROFIT

ROBOT FOREX HIGH PROFIT

ROBOT FOREX HIGH PROFIT

FOREX SEMINAR N�RNBERG

Order Detail
 FOREX SEMINAR N�RNBERG

FOREX SEMINAR N�RNBERG
Beberapa waktu yang lalu, ada seorang trader yang berkata dengan pedas seperti ini pada saya: “Psikologi trading itu b*llsh*t! Sedikit-sedikit nyalahin psikologi. Giliran loss yang disalahin psikologi, giliran profit, strategi lu puji-puji setinggi langit. Berarti kalau lu loss melulu, artinya lu gila. Kalau gitu, pergi aja lu ke psikiater, siapa tau lu jadi waras dan bisa profit terus. Gitu kan? Kalau lu mau profit, lu cari strategi forex yang jagoan. Lu pelajari sampai jago, baru lu masuk forex trading. Bukan ke dokter jiwa!”

Terus terang saya agak sulit mengikuti logika berpikir orang tersebut. Saya sendiri tidak tahu apakah ia merupakan seorang trader sukses, atau justru trader gagal yang berada dalam fase denial dan menolak untuk mengoreksi kesalahan dirinya, namun lebih suka menyalahkan strategi forex trading yang dipergunakannya.

Tetapi itu tidak penting. Yang saya tangkap adalah bahwa intinya ia menganggap bahwa psikologi trading terlalu dibesar-besarkan. Benarkah pendapat tersebut?

FOREX SEMINAR N�RNBERG
Mengambil keputusan di saat genting
Meskipun sekelompok orang memang menganggap bahwa psikologi trading terlalu dibesar-besarkan, namun dalam pandangan sederhana saya tidaklah demikian. Saya sendiri meyakini bahwa seorang trader harus bisa berpikir jernih dalam segala situasi sesulit dan segenting apa pun. Ia harus bisa mengambil keputusan tanpa ragu dalam kondisi berada di bawah tekanan ketika harga bergejolak dan membuat posisinya mengalami floating loss. Ia harus bisa menahan diri untuk tidak membuka terlalu banyak posisi hanya untuk mempercepat perolehan profit, apalagi untuk mempercepat mengurangi loss dengan cara – misalnya – martingale. Ia harus bisa menahan diri untuk tidak terlalu cepat menutup posisi yang untung, juga bisa dengan jantan menutup transaksi yang merugi manakala sistem tradingnya memang sudah mensyaratkan demikian.

JIka seorang trader tidak mampu menangani stress yang muncul saat trading, bagaimanapun canggihnya strategi forex trading yang ia miliki tak akan banyak membantu karena ia tak akan bisa mengeksekusi strategi tersebut dengan tepat. Penyebabnya antara lain adalah karena takut atau serakah, atau bahkan keduanya sekaligus.

FOREX SEMINAR N�RNBERG

 FOREX SEMINAR N�RNBERG

Tak semua Turtle Traders menjadi juara
Masih ingat kisah sukses Turtle Traders yang diasuh oleh Richard Dennis dan Bill Eckhardt? Mereka adalah sekelompok trader yang memulai belajar forex trading dari NOL. Semua anggota kelompok diajarkan metode dan teknik trading berikut prinsip-prinsip manajemen resiko yang sama. Perlu Anda ketahui bahwa tidak semua anggota Turtle Traders meraih prestasi yang sama persis. Ada beberapa orang di antara mereka yang sangat menonjol, ada juga yang kurang berhasil. Kita sebut saja mereka sebagai para “Kura-Kura Biasa” dan “Kura-Kura Juara”.

Para “Kura-Kura Biasa” tak mampu bertahan di bawah tekanan mental ketika pasar mengguncang modal mereka. Mereka cenderung menutup posisi mereka terlalu cepat, atau bahkan membiarkan posisi mereka merugi terlalu lama. Mereka tidak mampu mengoptimalkan sistem trading yang telah diberikan kepada mereka.

Sementara itu, para “Kura-Kura Juara” justru melakukan sebaliknya. Mereka bisa menjalankan prinsip yang sangat terkenal dalam trading: “Cut your losses short, let your profits run.” Kunci untuk menjalankan prinsip ini adalah kemampuan untuk tidak menjadi panik manakala volatilitas pasar bertambah besar, namun justru mampu mempertahankan keyakinan atas argumen yang mendasari pengambilan keputusan atas suatu transaksi. Itu termasuk juga dalam melakukan cut-loss.

Apa perbedaan antara para “Kura-Kura Juara” itu “Kura-Kura Biasa”? Jawabannya adalah psikologi mereka.

FOREX SEMINAR N�RNBERG
Pengemudi biasa vs pembalap
Saya selalu suka mempergunakan analogi ini.

Seorang pengemudi biasa – seperti saya – tidak akan bisa mengendarai mobil Formula-1 dengan optimal. Jika saya diberi kesempatan mengemudikan mobil canggih itu dan Lewis Hamilton (juara dunia Formula-1) mengemudikan sedan biasa yang hanya memiliki mesin bersilinder 2000cc, lalu kami diminta untuk berlomba, sepertinya Lewis Hamilton yang akan menang. Mengapa? Karena saya tidak punya mental pembalap seperti Lewis Hamilton. Kecepatan maksimum yang pernah saya alami selama mengemudi, mentok di 110 km/jam. Saya tidak berani melaju lebih cepat lagi.

Sebuah program televisi BBC Knowledge bernama “Top Gear” pernah menayangkan liputan ketika salah seorang host acara itu, Richard Hammond, mencoba untuk mengendarai Formula-1. Hasilnya? Ia lebih banyak berteriak – meskipun bercampur antara ketakutan dan histeria kegembiraan – ketika ia memacu mobil itu dalam kecepatan yang tinggi.

Padahal, Hammond adalah pengemudi yang berpengalaman. Ia sangat mengenal mobil dan seluk beluknya. Ia pernah beberapa kali memacu super car dalam kecepatan tinggi. Namun Formula-1 adalah hal yang sama sekali berbeda.

Seorang pembalap Formula-1 biasa memacu mobilnya dalam kondisi full throttle selama berjam-jam. Setiap tikungan dilibas tanpa banyak menginjak pedal rem. Berbeda dengan Hammond, yang lebih banyak menginjak pedal rem daripada pedal gas.

Yang membedakan Hammond dengan pembalap Formula-1 sungguhan – selain pengalaman – adalah mental.

FOREX SEMINAR N�RNBERG
Strategi juga penting, tapi….
Kita tidak sedang menafikan pentingnya peranan strategi forex trading yang bagus. Mungkin saja Anda adalah seorang trader yang super disiplin dan “dingin”, dalam arti sama sekali tak melibatkan emosi dalam trading, namun itu pun tak berarti tanpa strategi yang profitable.

Psikologi trading tidak lantas serta-merta bisa mengubah strategi yang buruk menjadi cemerlang, namun bisa membantu Anda untuk melengkapi kemampuan Anda untuk membangun sistem trading yang baik.

Di sisi lain, penguasaan psikologi dalam trading akan bisa membuat Anda berpegang teguh pada trading plan atau sistem trading yang sudah Anda uji keampuhannya. Sederhana saja: tanpa kedisiplinan, mustahil kan Anda bisa stick to the plan? Nah, kedisiplinan ini salah satu bagian psikologi trading.

Kunci dari kebehasilan seorang trader – kembali lagi – adalah 3M: Mind, Method, Money. Ketiganya harus seimbang dan proporsional. Tiga serangkai itu tak boleh dipisah-pisahkan. Ketiadaan salah satu elemen dari 3M akan menutup kemungkinan kesuksesan Anda dalam trading.

Jadi, masih mau mengabaikan pentingnya psikologi dalam trading?

 FOREX SEMINAR N�RNBERG

FOREX SEMINAR N�RNBERG

FOREX SEMINAR N�RNBERG

 
Support : Copyright © 2011. SINYAL TRADING FOREX AKURAT TERBUKTI | LIHAT TESTINYA DULU!!! - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger